HEADER WEBSITE.png

Kementerian PANRB Laksanakan Desk Evaluation ZI Menuju WBBM pada PTA Palembang

Palembang | pta-palembang.go.id (24/08)

Tim Desk Evaluation Zona Integritas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) melaksanakan evaluasi pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang, Senin (24/08/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring sesuai dengan jadwal evaluasi yang telah ditetapkan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh empat unsur pimpinan PTA Palembang, yaitu Ketua PTA Palembang Drs. Nur Khazim, M.H., Wakil Ketua Drs. Nuheri, S.H., M.H., Panitera Ahmad Syahab, S.H., M.H., dan Sekretaris Yohan Fauzi Yulises, S.Ag., M.H. Turut hadir para Koordinator Area, anggota Tim Zona Integritas, serta seluruh aparatur PTA Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PTA Palembang dengan penuh semangat dan percaya diri memaparkan berbagai capaian, perubahan, serta progres pembangunan Zona Integritas menuju WBBM. Paparan tersebut menggambarkan komitmen PTA Palembang dalam menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi melalui penguatan integritas, peningkatan kinerja, pemanfaatan teknologi informasi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Desk Evaluation ZI PTA Palembang Desk Evaluation ZI PTA Palembang

■ Island of Integrity, Replikasi Inovasi, dan Studi Tiru

Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam pemaparan adalah implementasi konsep Island of Integrity, yaitu upaya agar pembangunan Zona Integritas tidak hanya memberikan dampak pada internal PTA Palembang, tetapi juga mendorong penguatan integritas pada satuan kerja di wilayah hukum PTA Palembang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembinaan dan pembekalan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan WBBM kepada Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang, sekaligus melalui pengembangan dan replikasi berbagai praktik baik serta inovasi yang memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah replikasi inovasi MOSAIC sebagai tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Selatan. Kolaborasi tersebut diarahkan pada sinergitas penguatan kapasitas dan sinkronisasi koordinasi dalam pencegahan perkawinan anak, pemenuhan hak asuh anak, serta perlindungan hak perempuan pascaperceraian.

Selain melakukan replikasi inovasi, PTA Palembang juga aktif membangun budaya belajar dan berbagi praktik baik melalui kegiatan studi tiru. Salah satunya dilakukan bersama Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru secara daring terkait implementasi MOSAIC (Monitoring & Supervision Agreement Integrated Center). Kegiatan studi tiru tersebut menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai penerapan inovasi berbasis teknologi informasi untuk memperkuat tata kelola organisasi serta mengoptimalkan fungsi monitoring dan supervisi di lingkungan peradilan agama.

Pelaksanaan Desk Evaluation ZI Pelaksanaan Desk Evaluation ZI

■ Transformasi Inovasi dari WBK Menuju WBBM

Dalam perjalanan dari WBK menuju WBBM, PTA Palembang tidak hanya mempertahankan inovasi yang telah dibangun, tetapi juga melakukan evaluasi dan pengembangan secara berkelanjutan agar inovasi tetap relevan dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Salah satunya adalah PROPERADING yang terus dipertahankan dan bertransformasi menjadi inovasi digital E-PROPERADING Versi 2. Inovasi yang pada awalnya berupa kebijakan percepatan penyelesaian perkara banding—meliputi penyelesaian perkara maksimal 30 hari, minutasi 3 jam, publikasi 3 jam, distribusi 3 jam, serta penerimaan dalam 2 hari—kini dikembangkan menjadi sistem berbasis website. Transformasi tersebut mendukung proses validasi data dan monitoring secara real time, sehingga semakin memperkuat akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas dan efisiensi pelayanan penyelesaian perkara.

Seiring hadirnya aplikasi pengawasan terpusat E-BINWAS Badilag, inovasi E-WASKITA tidak lagi digunakan. Sebagai bentuk adaptasi dan penyempurnaan, PTA Palembang kemudian menghadirkan SINERGI BINWAS sebagai aplikasi pendukung E-BINWAS dalam pemenuhan eviden dan dokumentasi hasil pengawasan.

Sementara itu, inovasi MONSAKIP tetap dipertahankan dan dikembangkan menjadi MONSAKIP Versi 2 dengan sistem yang lebih dinamis dan proses pembaruan data yang lebih baik, sehingga mendukung monitoring serta peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi informasi juga diperkuat melalui berbagai inovasi aplikasi yang mendukung penyelesaian perkara, peningkatan kinerja, pengawasan, serta administrasi perkantoran. Seluruh aplikasi tersebut dihimpun melalui TERAS PTA Palembang sebagai gerbang digital yang memudahkan aparatur mengakses berbagai aplikasi internal maupun eksternal yang digunakan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan.

Desk Evaluation WBBM PTA Palembang Desk Evaluation WBBM PTA Palembang

■ Tim Evaluator Dalami Implementasi Inovasi dan Pembangunan ZI

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tim Desk Evaluation ZI Kementerian PANRB menyampaikan sejumlah pertanyaan untuk menggali lebih jauh implementasi pembangunan Zona Integritas menuju WBBM pada PTA Palembang, termasuk dampak perubahan yang telah dilaksanakan serta pembinaan pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM kepada Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang.

Sejumlah inovasi menjadi poin strategis yang didalami oleh Tim Evaluator, antara lain E-PROPERADING, MONSAKIP, SINERGI BINWAS, ACTION, dan G-SYNC. Pertanyaan yang disampaikan mencakup pemanfaatan, mekanisme kerja, keberlanjutan, serta sejauh mana inovasi-inovasi tersebut mampu menjawab permasalahan dan mendukung peningkatan kinerja maupun kualitas pelayanan pada PTA Palembang.

Dalam sesi tanya jawab, Ketua PTA Palembang juga menyampaikan penjelasan mengenai penyelesaian perkara perceraian, khususnya berkaitan dengan pelaksanaan dan keberhasilan mediasi pada satuan kerja di wilayah hukum PTA Palembang.

Wakil Ketua PTA Palembang turut memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan mediasi dan peran mediator dalam mendukung keberhasilan penyelesaian perkara. Salah satu capaian yang disampaikan adalah keberhasilan pelaksanaan mediasi pada Pengadilan Agama Muara Dua yang berdasarkan data mampu mencapai persentase keberhasilan sebesar 100 persen.

Pelaksanaan Desk Evaluation yang turut didampingi oleh Tim Penilai Internal (TPI) Mahkamah Agung RI berlangsung dengan tertib, lancar, dan kondusif. Pemaparan, pertanyaan dari Tim Evaluator, serta jawaban dan penjelasan yang diberikan oleh jajaran PTA Palembang berlangsung secara interaktif dan responsif.

■ WBBM sebagai Budaya Kerja yang Berkelanjutan

Setelah seluruh rangkaian Desk Evaluation selesai, Ketua PTA Palembang kembali menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan Zona Integritas. Menurutnya, keberhasilan WBBM tidak boleh bergantung pada individu maupun kepemimpinan tertentu, melainkan harus tertanam kuat dalam sistem dan budaya organisasi.

Bagi PTA Palembang, WBBM bukan sekadar predikat, tetapi merupakan cerminan budaya kerja yang telah tumbuh dan terus dijaga. Berbagai perubahan, inovasi, kolaborasi, replikasi praktik baik, dan capaian yang telah dibangun menjadi bukti bahwa integritas, peningkatan kinerja, serta pelayanan prima telah menjadi bagian dari tata kelola organisasi.

Dengan komitmen seluruh aparatur untuk menjaga keberlanjutan perubahan, terus melakukan evaluasi dan perbaikan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, PTA Palembang optimistis dapat meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026.

Foto bersama Desk Evaluation ZI PTA Palembang

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas