Pembinaan Dirjen Badilag tentang Pemberian Layanan Pengadilan bagi Penyandang Disabilitas dan Launching 3 Aplikasi Inovasi PTA Palembang: Dorong Pelayanan Inklusif Berbasis Digital

PALEMBANG (22/06/2026) – Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung Republik Indonesia, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H. secara resmi membuka kegiatan "Pembinaan Pemberian Layanan Pengadilan Bagi Penyandang Disabilitas Tahun 2026" di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama Palembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen satuan kerja peradilan agama terhadap pelayanan yang inklusif, sekaligus menandai peluncuran pengembangan fitur dari tiga aplikasi inovasi unggulan PTA Palembang yang telah diimplementasikan sejak tahun 2025.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan wilayah hukum PTA Palembang ini dihadiri oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, pimpinan PTA Palembang, para Ketua Pengadilan Agama, Hakim Tinggi, Panitera Muda, petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta satpam Pengadilan Agama se-wilayah hukum PTA Palembang.

Pada kesempatan tersebut, Dirjen Badilag meresmikan pengembangan dan penyempurnaan fitur tiga aplikasi inovasi PTA Palembang yang selama ini telah menjadi bagian dari transformasi pelayanan peradilan, yaitu MOSAIC (Monitoring and Supervision Agreement Integrated Center), CIO (Continuous Improvement Online), dan PTSP Online.
Aplikasi MOSAIC (Monitoring and Supervision Agreement Integrated Center) yang dikembangkan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terus disempurnakan untuk meningkatkan efektivitas pemantauan pelaksanaan kesepakatan pasca perceraian, sehingga hak-hak perempuan dan anak dapat terpantau secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, aplikasi CIO (Continuous Improvement Online) sebagai sistem penjaminan mutu berbasis digital kini hadir dengan berbagai penyempurnaan fitur yang semakin memperkuat pengelolaan permintaan perbaikan, pengendalian risiko organisasi, serta monitoring tindak lanjut secara terintegrasi guna mendukung budaya perbaikan berkelanjutan di lingkungan peradilan agama.
Adapun PTSP Online yang telah dimanfaatkan masyarakat sejak tahun 2025 terus dikembangkan melalui penambahan fitur layanan interaktif yang mengintegrasikan Zoom Meeting, WhatsApp, dan Live Chat, sehingga masyarakat dapat memperoleh akses layanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan akuntabel tanpa dibatasi jarak dan waktu.

Dalam sambutan pembukaannya, Dirjen Badilag menegaskan bahwa inovasi teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi penyandang disabilitas yang berhadapan dengan hukum. Beliau menekankan pentingnya implementasi Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pedoman Mengadili Perkara Bagi Penyandang Disabilitas Berhadapan dengan Hukum di Pengadilan sebagai wujud nyata komitmen Mahkamah Agung dalam mewujudkan akses keadilan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dirjen Badilag juga memberikan arahan kepada petugas keamanan dan PTSP sebagai garda terdepan pelayanan agar senantiasa mengedepankan empati, keramahan, dan kesabaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Selain itu, para Ketua dan Hakim diharapkan mampu menciptakan suasana persidangan yang kondusif, persuasif, dan menghormati martabat setiap pihak yang berperkara.
Peluncuran pengembangan fitur ketiga aplikasi inovasi tersebut menjadi bukti nyata komitmen PTA Palembang dalam menghadirkan pelayanan peradilan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan mengintegrasikan transformasi digital dan penguatan layanan inklusif, PTA Palembang terus berupaya mewujudkan peradilan agama yang modern, transparan, akuntabel, serta memberikan kemudahan akses bagi seluruh pencari keadilan.
Selain peluncuran inovasi, kegiatan ini turut menghadirkan tiga narasumber yaitu Prof. Dr. dr. RGU Bambang Harijanto, Sp.Kj(K), M.Kes., M.Si., M.Psi., Serlina Diah Putri, S.Pd. Gr., dan Anis Mutmaina yang memberikan penguatan materi terkait pelayanan ramah disabilitas. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pemahaman dan keterampilan dalam memberikan pelayanan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan.
Rangkaian kegiatan ditutup oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Sutarno, S.I.P., M.M., yang mengapresiasi komitmen PTA Palembang dalam menghadirkan inovasi pelayanan dan mendorong seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik yang modern, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
#ADILMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

