banner2000500.png

Pembinaan Mental oleh Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama Palembang

bintal 2.jpg

bintal 1.jpg

bintal 3.jpg

Pengadilan Tinggi Agama Palembang Raih Penghargaan dari KPPN Palembang

PTA Palembang| https://pta-palembang.go.id/

Senin 1 September 2025 - bertepatan di Aula Profesor Dr. H. M. Syarifudin, S.H., M.H. PTA Palembang telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Mental yang disampaikan oleh Hakim Tinggi YM. Bapak Drs. H. Azkar, S.H.
seperti biasa kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna bersama-sama dengan seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Palembang yang mengikuti kegiatan Pembinaan Mental.

sebelum menyampaikan materinya, YM. Bapak Drs. H. Azkar, S.H. membahas terkait demonstrasi yang terjadi di Indonesia sejak hari Sabtu tanggal 30 September 2025 s.d hari ini Senin 1 September 2025 ini awal mulanyadipicu oleh ucapan oknum anggota dewan yang tidak baik. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh Pegawai untuk menjaga ucapan kita. 

selanjutnya beliau menyampaikan materinya yang berjudul Peristiwa Penting dalam Hidup dan Kehidupan Manusia
yang pertama yaitu "saat kita menangis, orang lain tertawa, yaitu saat dilahirkan". 

Kewajiban orang tua kepada anak yang baru lahir:
1. diazankan
2. diberi nama yang baik
3. beraqiqah, waktu terbaik dilakukan pada hari ketujuh.

Kewajiban lanjutan bagi orang tua terhadap anak adalah
1) membekali mereka dengan ilmu
2) membekali mereka dengan seni
3) membekali mereka dengan agama

setelah penyampaian materi, selanjutnya yaitu arahan dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang YM. Bapak Drs. H. Abdullah, S.H., M.H.

kegiatan pembinaan mental kemudian ditutup oleh MC.

Pembinaan Mental: Ethos, Pathos, Logos

 

WhatsApp Image 2025-08-25 at 10.54.23 AM.jpeg

PTA Palembang | https://pta-palembang.go.id/

 

Dalam rangka membentuk karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki integritas spiritual yang tinggi, kegiatan rutin Pembinaan Mental kembali dilaksanakan dengan tema "Ethos, Pathos, Logos" yang disampaikan oleh Yang Mulia Hakim Tinggi Drs. M. Rasyid, S.H., M.H.

  • Ethos (Karakter/Kredibilitas):

Merujuk pada karakter, otoritas, dan kredibilitas pembicara atau penulis untuk meyakinkan audiens bahwa mereka dapat dipercaya. Ini dibangun melalui pengalaman, reputasi, dan karakter yang ditampilkan. 

  • Pathos (Emosi):

Berfokus pada daya tarik emosi audiens, membangkitkan nilai-nilai dan keyakinan mereka agar pesan yang disampaikan dapat diterima. 

  • Logos (Logika):

Mengacu pada penggunaan akal sehat, logika, dan bukti untuk mendukung argumen. Logos bertujuan untuk meyakinkan audiens secara rasional melalui data dan alasan yang kuat. 

Slogan PTA Palembang  adalah Adil: Amanah, Dedikatif, Inovatif dan Lugas dalam melayani. Dikaitkan dengan judul ini, bagaiamana slogan dibangun atas dasar etos, patos dan logos.

 

#ADILMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Pembinaan Mental: Hukum Orang yang Meninggalkan Sholat dalam Pandangan Ulama Mazhab

WhatsApp Image 2025-07-28 at 10.04.40.jpeg

WhatsApp Image 2025-07-28 at 10.04.41 (1).jpeg

WhatsApp Image 2025-07-28 at 10.04.38 (1).jpeg

PTA Palembang | https://pta-palembang.go.id/

Dalam rangka membentuk karakter yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki integritas spiritual yang tinggi, kegiatan rutin Pembinaan Mental kembali dilaksanakan dengan tema "Hukum Orang yang Meninggalkan Sholat dalam Pandangan Ulama Mazhab" yang disampaikan oleh Yang Mulia Hakim Tinggi Drs. H. Subhan Fauzi, S.H., M.H.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ "Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." — (QS. Al-Ankabut: 45)

Sholat merupakan salah satu rukun Islam yang paling utama setelah syahadat. Ia adalah tiang agama dan menjadi pembeda antara iman dan kekufuran. Allah SWT mewajibkan sholat lima waktu dalam sehari semalam bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal. Maka, meninggalkan sholat tanpa uzur syar’i adalah dosa besar yang dapat mengancam keimanan seseorang.

Mazhab Syafi’i memandang bahwa orang yang meninggalkan sholat karena malas, bukan karena mengingkari kewajiban, tidak dianggap kafir. Namun ia harus diingatkan dan diberi waktu tiga hari untuk bertobat.

Beliau juga menyampaikan فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

 الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

Artinya:
"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya." (QS. Al-Ma’un: 4-5)

Sholat bukan sekadar kewajiban individual, tetapi juga merupakan pembeda utama antara Muslim dan non-Muslim. Siapa yang menjaganya, berarti ia menjaga keislamannya. Siapa yang meninggalkannya secara sengaja, ia telah membuka pintu kekufuran bagi dirinya sendiri. Maka dari itu jangan meninggalkan sholat dalam kondisi apapun. 

#ADILMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

 

Pembinaan Mental: Kebersihan, Ketertiban dan Keindahan (K3)

WhatsApp Image 2025-07-14 at 08.40.10.jpeg

 

WhatsApp Image 2025-07-14 at 08.40.11 (1).jpeg

PTA Palembang | https://pta-palembang.go.id/

Senin 14 Juli 2025

Pembinaan mental merupakan salah satu upaya penting dalam membentuk karakter individu yang bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas. Kegiatan Pembinaan Mental pada hari ini disampaikan oleh Drs.H. Abdullah, S.H, M.H, selaku Ketua Pengadilan Tinggi Agama Palembang tema yang disampaikan dalam pembinaan mental kali ini adalah K3: Kebersihan, Ketertiban, dan Keindahan. Ketiga nilai ini bukan hanya sebatas rutinitas fisik, tetapi juga mencerminkan mentalitas, kepedulian, dan budaya kerja dari setiap individu yang terlibat.

Kebersihan merupakan hal pertama yang akan dilihat oleh setiap tamu yang datang, bahkan sebelum mereka memberikan salam kepada petugas keamanan atau petugas PTSP. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, karena kebersihan mencerminkan sikap dan budaya kerja kita. Secara umum, bersih adalah suatu keadaan yang bebas dari noda, kotoran, sampah, debu, bau tidak sedap, atau hal-hal lain yang dapat mengganggu kesehatan, kenyamanan, dan keindahan suatu tempat.

Dalam konteks Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), bersih juga dimaknai sebagai suatu kondisi unit kerja yang bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas. Sementara itu, dalam ajaran Islam, kebersihan memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena dianggap sebagai sebagian dari iman, yang menunjukkan bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari kewajiban spiritual dan moral setiap individu.

Ketertiban berarti menempatkan segala sesuatu sesuai dengan fungsinya dan peruntukannya, sehingga tercipta keteraturan dan kenyamanan dalam lingkungan bersama. Ketertiban akan membentuk kedisiplinan yang kuat, menjauhkan kita dari sikap ceroboh, dan mendorong terciptanya sistem kerja yang efektif. 

Keindahan meskipun sering dianggap unsur pelengkap, sesungguhnya berperan penting dalam membentuk suasana kerja. Keindahan adalah hasil dari kepedulian terhadap detail dan rasa cinta terhadap lingkungan.

Melalui pembinaan mental yang menanamkan nilai-nilai K3, diharapkan akan tumbuh budaya positif yang konsisten di lingkungan kita. Budaya yang tidak hanya mendukung efisiensi kerja, tetapi juga mencerminkan jati diri lembaga atau institusi yang berintegritas, tertib, dan berorientasi pada pelayanan prima. Karena itu, mari kita jadikan K3 bukan sekadar slogan, melainkan menjadi pola hidup kita.

 

#SalamBerAKHLAK
#BanggaMelayaniBangsa
#PTAPalembangAdilMelayani
#ZonaIntegritasPTAPalembang

Pembinaan Mental: Mengeluhlah kepada Allah Swt

 

IMG_5985.JPG

 

PTA Palembang | https://pta-palembang.go.id/

Senin 8 September 2025 - bertepatan di Aula Profesor Dr. H. M. Syarifudin, S.H., M.H. PTA Palembang telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Mental yang disampaikan oleh Hakim Tinggi Drs. Syarkasyi, M.H. seperti biasa kegiatan diawali dengan pembacaan Asmaul Husna bersama-sama dengan seluruh Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Palembang yang mengikuti kegiatan Pembinaan Mental.

IMG_5989.JPG

beliau menyampaikan materinya yang berjudul "Mengeluhlah kepada Allah Swt"

Dalam hidup, setiap manusia pasti akan diuji. Di saat-saat seperti itu, kita cenderung ingin mengeluh, meluapkan isi hati yang penuh beban. Namun sayangnya, banyak dari kita yang salah tempat dalam mengeluh kepada manusia yang tak selalu mengerti, bahkan kadang menghakimi. 

Daripada mencari pelarian ke hal-hal yang melalaikan seperti curhat berlebihan kepada manusia, melampiaskan ke media sosial, atau bahkan terjerumus pada dosa jadikan doa sebagai tempat kita "melarikan diri".

Tiga cara utama berdoa:

  1. Penuh keyakinan dan harapan

  2. Diawali/diakhiri dengan pujian dan shalawat

  3. Dilakukan pada waktu dan tempat mustajab, dengan hati yang hadir

Mengeluh kepada Allah bukan hanya meringankan beban, tapi juga menumbuhkan harapan. Ketika kita sadar bahwa ada Dzat yang tidak pernah tidur, yang Maha Kuasa atas segalanya, maka hati akan merasa lebih tenang.

#ADILMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas