HEADER WEBSITE.png

PTA Palembang Gelar Rapat Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama

Annotation 2026-10-27 163518.png

Palembang, Senin, 26 Oktober 2026 — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang melaksanakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Indikator Kinerja Utama (IKU) bertempat di Aula Prof. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mengevaluasi capaian kinerja, menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya, serta mengidentifikasi kendala dan merumuskan langkah perbaikan guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi di lingkungan PTA Palembang.

Dalam rapat tersebut, masing-masing bagian memaparkan perkembangan capaian kinerja, rencana kerja, serta kendala yang dihadapi, meliputi bidang Kepaniteraan, Kepegawaian dan Teknologi Informasi, Rencana Program dan Anggaran, serta Keuangan dan Pelaporan.

Annotation 2026-10-27 163549.png  Annotation 2026-10-27 163732.png

Pada bidang Kepaniteraan, dipaparkan bahwa hingga Oktober 2026 PTA Palembang telah menerima 82 perkara banding dan memutus 76 perkara. Monitoring juga mencakup ketepatan waktu penyelesaian perkara, pengiriman salinan putusan, kelengkapan berkas, serta kepatuhan terhadap pelaksanaan e-Propperading. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap penanganan perkara kasasi dan peninjauan kembali, perkara eksekusi, pelaksanaan mediasi, serta implementasi inovasi MOSAIC pada Pengadilan Agama sewilayah PTA Palembang.

Evaluasi turut menyoroti pentingnya sinkronisasi database Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) dari seluruh satuan kerja ke server PTA Palembang. Hingga rapat berlangsung, sinkronisasi telah terlaksana pada 11 dari 12 satuan kerja. Optimalisasi sinkronisasi dan pengisian data pada aplikasi MOSAIC menjadi perhatian untuk memastikan tersedianya data yang akurat dan mendukung pelaksanaan monitoring serta evaluasi secara berkelanjutan.

Sementara itu, berdasarkan paparan Subbagian Rencana Program dan Anggaran, capaian kinerja utama PTA Palembang hingga 23 Oktober 2026 mencapai 101,83%. Capaian tersebut didukung oleh sejumlah indikator, antara lain penyelesaian perkara tepat waktu, pengiriman salinan putusan, publikasi putusan pada Direktori Putusan, implementasi e-Court, indeks kepuasan pengguna layanan, serta profesionalitas aparatur. Dalam kesempatan yang sama, turut dibahas perkembangan realisasi anggaran, kinerja perencanaan anggaran, serta persiapan program dan anggaran untuk tahun berikutnya.

Pada bidang Kepegawaian dan Teknologi Informasi, pembahasan meliputi kedisiplinan aparatur, kelengkapan dokumen kegiatan, capaian Indeks Profesionalitas ASN, serta pengembangan inovasi digital, di antaranya PUSAKA (Pusat Informasi Surat Keputusan), SIKAP (Sistem Informasi Notifikasi Pengaduan), dan Learning Management System (LMS). Adapun pada bidang Keuangan dan Pelaporan, disampaikan perkembangan realisasi anggaran DIPA 01 dan DIPA 04 serta persiapan penyelesaian dokumen dan laporan keuangan.

Annotation 2026-10-27 163936.png

Melalui rapat monitoring dan evaluasi ini, PTA Palembang menegaskan pentingnya konsistensi dalam pencapaian target kinerja, ketertiban administrasi, ketepatan waktu pelaporan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi. Setiap kendala yang ditemukan menjadi bahan evaluasi untuk ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing bagian.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan sinergi antarbagian serta seluruh satuan kerja di wilayah PTA Palembang, sehingga pelaksanaan program kerja semakin terukur, transparan, dan akuntabel dalam mendukung terwujudnya peradilan yang efektif, modern, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat pencari keadilan.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Pembinaan Mental PTA Palembang: Meneladani Nabi Ibrahim dalam Memuliakan Tamu

Palembang | pta-palembang.go.id (26/10) — Seluruh aparatur Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang mengikuti kegiatan rutin Pembinaan Mental pada Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan Hakim Tinggi PTA Palembang, Dr. Azid Izuddin, M.H., sebagai narasumber dengan materi bertema “Keutamaan Memuliakan Tamu.”

Dalam pembinaannya, beliau mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam sebagaimana dikisahkan dalam Surah Az-Zariyat ayat 24–27. Kisah tersebut menggambarkan bagaimana Nabi Ibrahim menyambut tamu dengan penuh keramahan, segera menyiapkan hidangan, dan memperlakukan tamunya dengan sikap yang baik.

Pembinaan Mental PTA Palembang tentang Keutamaan Memuliakan Tamu Aparatur PTA Palembang Mengikuti Pembinaan Mental

Dari keteladanan Nabi Ibrahim, aparatur diajak memahami bahwa memuliakan tamu bukan sekadar bentuk keramahan, melainkan cerminan akhlak mulia, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama. Nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai aparatur peradilan.

Dalam konteks pelayanan publik, memuliakan tamu dapat diwujudkan melalui sikap ramah, sopan, santun, responsif, serta memberikan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang datang untuk memperoleh layanan. Setiap orang yang berkunjung hendaknya disambut dengan baik dan dilayani secara profesional tanpa membedakan latar belakangnya.

Pembinaan ini juga menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dan ketepatan prosedur, tetapi juga oleh akhlak dan sikap aparatur dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Melalui kegiatan Pembinaan Mental ini, diharapkan seluruh aparatur PTA Palembang dapat terus meneladani akhlak mulia Nabi Ibrahim, memperkuat nilai-nilai keislaman dalam pelaksanaan tugas, serta mewujudkan pelayanan yang humanis, berintegritas, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Jadwal Sidang November

JADWAL SIDANG PERKARA TINGKAT BANDING

BULAN NOVEMBER TAHUN 2026

 

TANGGAL
NOMOR PERKARA
RUANG SIDANG
KETERANGAN
02/11/2026  77/Pdt.G/2026/PTA.Plg 714/Pdt.G/2026/PA.ME  1   Musyawarah Majelis
03/11/2026  80/Pdt.G/2026/PTA.Plg 1098/Pdt.G/2026/PA.Plg  1   Telaah Berkas
10/11/2026  79/Pdt.G/2026/PTA.Plg 743/Pdt.G/2026/PA.Plg  1   Musyawarah Majelis, Pendapat Hukum
       
       
       
       
       
       
       

 

Panitera Muda Banding,

ttd

Drs. Suratman Hardi

Ketua dan Panitera PTA Palembang Laksanakan Pembinaan Percepatan Penyelesaian Perkara di Tiga Pengadilan Agama

Palembang | pta-palembang.go.id (16/10) — Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang melaksanakan pembinaan kepada sejumlah satuan kerja di wilayah hukumnya dalam rangka mendorong percepatan penyelesaian perkara, meningkatkan kualitas administrasi perkara, serta memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi peradilan. Kegiatan pembinaan berlangsung pada 13–16 Oktober 2026 di Pengadilan Agama Pangkalan Balai, Pengadilan Agama Sekayu, dan Pengadilan Agama Lubuk Linggau.

Pembinaan dilaksanakan oleh Ketua PTA Palembang bersama Panitera sebagai bentuk penguatan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pada satuan kerja, sekaligus memastikan penyelesaian perkara berjalan secara optimal, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pembinaan di Pengadilan Agama Pangkalan Balai

Rangkaian pembinaan diawali di Pengadilan Agama Pangkalan Balai pada 13 Oktober 2026. Dalam arahannya, Ketua PTA Palembang menegaskan pentingnya mengoptimalkan upaya percepatan penyelesaian perkara melalui pemantauan yang berkelanjutan, identifikasi potensi hambatan, serta tindak lanjut yang tepat terhadap setiap kendala yang dihadapi.

Seluruh aparatur diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan memastikan setiap tahapan penyelesaian perkara dilaksanakan secara efektif dan bertanggung jawab. Dengan demikian, berbagai hambatan dapat segera diatasi dan penyelesaian perkara dapat berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.

Pembinaan di Pengadilan Agama Pangkalan Balai Kegiatan Pembinaan di Pengadilan Agama Pangkalan Balai

Penguatan Administrasi Perkara di Pengadilan Agama Sekayu

Pembinaan dilanjutkan ke Pengadilan Agama Sekayu pada 14 Oktober 2026. Pada kesempatan tersebut, Ketua dan Panitera PTA Palembang memberikan penguatan terhadap optimalisasi pengelolaan administrasi perkara serta pentingnya memastikan seluruh proses penyelesaian perkara berjalan tepat waktu, tertib, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Melalui pembinaan ini, aparatur diharapkan semakin cermat dalam menjalankan tugas, meningkatkan koordinasi antarpelaksana, serta melakukan pemantauan terhadap proses penyelesaian perkara agar tidak terjadi keterlambatan yang dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat.

Pembinaan di Pengadilan Agama Sekayu Kegiatan Pembinaan di Pengadilan Agama Sekayu

Pembinaan di Pengadilan Agama Lubuk Linggau

Pada 15 Oktober 2026, pembinaan dilaksanakan di Pengadilan Agama Lubuk Linggau dengan penekanan pada evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan daerah, implementasi inovasi MOSAIC, serta pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

Pembahasan DIM menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi satuan kerja, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang dapat dilaksanakan secara terukur. Sementara itu, evaluasi implementasi MOSAIC dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan penguatan inovasi di lingkungan peradilan agama.

Dalam pembinaan tersebut, seluruh aparatur Pengadilan Agama Lubuk Linggau juga didorong untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan integritas. Pengembangan kapasitas sumber daya manusia menjadi perhatian penting, termasuk melalui pemanfaatan peluang pengembangan karier, seperti seleksi calon hakim dan bimbingan teknis calon Panitera Pengganti.

Selain itu, penguatan komitmen pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) menjadi bagian penting dari pembinaan. Seluruh aparatur diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga menerapkan nilai-nilai integritas dan budaya pelayanan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pembinaan di Pengadilan Agama Lubuk Linggau Kegiatan Pembinaan di Pengadilan Agama Lubuk Linggau

Mendorong Perbaikan dan Kinerja Berkelanjutan

Melalui rangkaian pembinaan di ketiga satuan kerja tersebut, PTA Palembang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap Pengadilan Agama di wilayah hukumnya. Percepatan penyelesaian perkara perlu didukung oleh administrasi yang tertib, pemantauan yang konsisten, peningkatan kompetensi aparatur, serta tindak lanjut atas setiap permasalahan yang ditemukan.

Diharapkan, pembinaan ini menjadi dorongan bagi seluruh satuan kerja untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan, sehingga terwujud penyelesaian perkara yang lebih efektif, pelayanan yang berkualitas, serta tata kelola peradilan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas

Pembinaan Mental PTA Palembang: Cara Allah Mengawasi Manusia

IMG_8235.JPG

 

Palembang – Dalam rangka memperkuat keimanan, meningkatkan integritas, serta membangun karakter aparatur peradilan yang berakhlak mulia, kegiatan Pembinaan Mental di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palembang mengangkat tema tentang Cara Allah Mengawasi Manusia.

Materi pembinaan ini menekankan bahwa Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Pengawasan Allah tidak terbatas oleh tempat, waktu, maupun keadaan. Setiap niat, ucapan, dan tindakan manusia berada dalam pengetahuan-Nya. Kesadaran tersebut diharapkan menjadi landasan bagi setiap aparatur untuk senantiasa menjaga perilaku dan melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Screenshot 2026-10-19 110237.png    IMG_8220.JPG

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa keyakinan terhadap sifat Allah Yang Maha Mengetahui atau Al-'Alim hendaknya mendorong setiap individu untuk senantiasa meluruskan niat dan menjunjung tinggi kejujuran, sekalipun tidak ada orang lain yang melihat. Nilai ini menjadi pengingat bahwa integritas sejati tidak hanya ditunjukkan ketika berada dalam pengawasan pimpinan, tetapi juga tercermin dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

Selain itu, materi pembinaan juga mengingatkan bahwa setiap ucapan dan perbuatan manusia dicatat oleh malaikat. Al-Qur'an dalam Surah Qaf ayat 17–18 menjelaskan bahwa setiap perkataan manusia berada dalam pengawasan dan pencatatan. Oleh karena itu, setiap aparatur diharapkan mampu menjaga lisan, menghindari perkataan yang tidak bermanfaat, serta membangun komunikasi yang santun dan penuh tanggung jawab.

Pembinaan tersebut turut menyoroti pentingnya kesadaran hati nurani atau muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa mengetahui keadaan dan perbuatan manusia. Kesadaran ini hendaknya menjadi pengendali diri sebelum seseorang mengambil keputusan atau melakukan suatu tindakan. Dengan memeriksa niat dan mempertimbangkan dampak dari setiap perbuatan, seseorang diharapkan mampu memilih tindakan yang benar dan menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Dalam konteks pelaksanaan tugas di lingkungan peradilan, nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang sangat penting. Setiap aparatur dituntut untuk menjaga amanah, tidak menyalahgunakan jabatan maupun waktu kerja, serta melaksanakan tanggung jawab secara jujur dan profesional. Kepercayaan yang diberikan harus dijaga melalui perilaku yang mencerminkan integritas, kedisiplinan, dan komitmen terhadap pelayanan yang berkualitas.

Tidak hanya dalam lingkungan kerja, kesadaran akan pengawasan Allah juga perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan ruang digital. Setiap aparatur diharapkan bijak dalam menggunakan media sosial, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak menghina orang lain, serta tidak membuka aib sesama.

Materi pembinaan juga mengingatkan tentang pertanggungjawaban manusia pada hari akhir. Setiap kebaikan maupun keburukan, sekecil apa pun, akan diperhitungkan di hadapan Allah SWT. Keyakinan ini hendaknya menumbuhkan sikap adil, kehati-hatian, dan tanggung jawab dalam menjalankan setiap amanah. Namun, kesadaran tersebut juga harus disertai harapan terhadap rahmat Allah SWT, sehingga setiap kesalahan menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri melalui penyesalan, permohonan ampun, dan perbuatan yang lebih baik.

Melalui kegiatan Pembinaan Mental ini, diharapkan seluruh aparatur PTA Palembang semakin memahami bahwa integritas tidak semata-mata dibangun melalui aturan dan pengawasan kedinasan, tetapi juga melalui kesadaran spiritual yang tumbuh dari dalam diri. Dengan demikian, nilai kejujuran, amanah, empati, dan tanggung jawab dapat diwujudkan secara nyata dalam pelaksanaan tugas maupun kehidupan sehari-hari.

#AdilMelayani
#BanggaMelayaniBangsa
#BerAKHLAK
#PTAPalembang
#ZonaIntegritas